Jumat, 29 April 2011

BIJAKSANALAH TERHADAP HARTAMU

              Ada seseorang mengatakan, “Kumpulkanlah uangmu karena kemuliaan itu ada dalam hartamu”. Falsafah yang mendorong untuk menghambur-hamburkan harta, membelanjakanya pada tempat yang  tidak benar, atau  justru tidak ada niatan untuk mengumpulkan harta sama sekali, merupakan falsafah hidup yang salah.
              Islam menyeru kepada para pemeluknya untuk mencari harta dengan cara yang baik,mengumpulkan harta dengan cara yang wajar dan membelanjakannya pada hal-hal yang mulia, agar terangkat menjadi mulia karena hartanya. Rasulullah pernah bersabda, “Sebaik-baiknya harta yang didapat dengan cara yang baik adalah harta yang ada di tangan orang yang salih”.
(Hadist hasan)
              Suatu hal yang menyebabkan kegusaran dan keresahan adalah banyaknya hutang, atau kefakiran yang berkepanjangandan menghancurkan. Rasulullah bersabda “ Apakah kalian hanya menunggui kekayaan yang membuat kecongkakan atau kefakiran yang menjadikan lupa (kepada Allah)”. Oleh sebab itulah Rasulullah memohon perlindungan kepada Allah dari hal-hal seperti itu seraya bersabda, “Ya Allah,sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran kekafiran”. Dalam sabdanya yang lain Rasulullah mengatakan, “Hampir, kefakiran menjerumuskan manusia kepada kekafiran”.
              Ini semua sama sekali tidak bertentangan dengan haadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah: “Berzuhud-lah engkau terhadap dunia, Allah akan mencintaimu, dan berzuhudlah engkau terhadap apa yang ada pada sesama, niscaya mereka akan mencintaimu’. Hanya saja dalam hadist ini,hanya unsur dha’if’nya. Namun maknanya adalah bahwa seseorang harus merasa cukup dan terpenuhinya kebutuhan dasar, juga harus merasa puas dengan terpenuhinya kebutuhan yang tidak mengharuskan meminta-minta dari orang lain. Dia harus menjadi orang yang mulia dan cukup dengan yang ada, dengan begitu berarti menjaga  diri Anda untuk tidak meminta kepada orang lain. “Dan, barang siapa merasa cukup dengan apa yang Allah berikan,maka Allah  akan mencukupkannya”.(Al-hadist)
              Dalam sebuah hadist sahih disebutkan: “ Sesungguhnya, jika engkau meninggalkan para pewarismu dalam keadaan kaya, jauh lebih baik dari pada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan miskindan meminta-minta”.
              Seorang penyair menegaskan tentang harga diri ini: “ Perkataan yang paling baik dariku untukmu adalah “ambillah” dan ucapan terburuk adalah  “tidak” dan “semoga”. Dalam hadist sahih disebutkan: “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah”. Tangan yang di atas adalah tangan yang memberi sedangkan tangan yang di bawah adalah tangan yang mengambil dan meminta.
Allah SWT berfirman: “Orang yang tidak tau menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri mereka dari meminta-minta”. (QS. Al-Baqarah: 273)
              Ayat diatas mengandung arti,jangan menjilat orang lain hanya untuk mendapatkan rezeki atau penghidupan. Allah telah menjamin rezeki, kematian, dan kehidupan semua makhluk. Kemulian iman itu adalah keteguhan hati, dan orang-orang yang mulia. Mereka mempunyai kemuliaan, kepala mereka selalu  tegak, dan hidung mereka selalu terangkat.
Sumber : Media Perekat Umat Majelis Ulama Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar